Mar 1, 2014

Longing for Solitude (or not)

In the valley of our fears, what are things could possibly occurred?


I miss myself. I miss how my instinct told me to do something unusual. How I let my thoughts lead me into activities and crazy things I've never done before. See, hear, experience. Finding great facts like how the asteroid with size as big as 50 football field will crash the earth today. Okay, I made it up for the last one, so let's just skip this part (but that thing could possibly happens, right?). In spaces between keyboard I'm using to type right now, I miss how my instinct and logic held a battle inside my mind just to decide where should I set my feet upon crossroads. It's a fun part, and It's been forever I never felt that way.

To feel so alive

Is it a faded passion?
Nah, I'm cool with this. I don't need to ignite it because I still hold on to things I believe. No probs.

Is it a heartbreak disease?
Dude, get a life. This is 2014, life is to short to deal with this crap.

Is it a mouse wheel trap?
Umm, perhaps.
Perhaps the monotony I've been through these past few months finally knocks my consciousness door and told me to think. To take a deep breath and take a walk.


"Most people assume that meditation is all about stopping thoughts. But actually, it's much different than that. It's more about stepping back, seeing the thought clearly without judgment."


I realized all these times I let myself drowned in the rush and lights of "The Big City that Never Sleeps". The contentment that I got slowly piled up and create difficulties to recognize the line I need to cross. Is it a start line? Finish line? Or it's just an intermission? Because when you don't have idea where to hang on, you feel like wandering in the dark searching for the switch, but you found out a fact that the light bulb is shattered.

I got one way ticket now. I guess all I can do is step off my comfort path, so at the end I know what it's like to face the unknown.

So, what are things lying at the bottom of the valley of our fears?
We found our strength.

Nov 11, 2012

Subterranean Homesick Alien

Show me the world as I'd love to see it.

Aug 7, 2012

Dear Wally,



I think you owe some recognition again.

Aug 4, 2012

Ittadakimasu.


A "Found it in my document, I don't know where this picture came from" Publication. 

Aug 3, 2012

Cafe Au Lait


(kă-fā' ō lā')

n

1. Coffee served with hot milk.
2. A light coffee hue.


This is somehow the drink I always ordered, every time I’m in the mood to freshen up my mind beside the fresh roasted black coffee. The simple taste, balanced mixtures between coffee and milk soothes the throat while the coffee’s aftertaste lingering still after couple of sips. Nothing’s wrong about craving for that mild sensation I guess. Everything seems on the right place, unless there’s something about this comforting flavor.

I started this personal assumption when someone responded to my great interest to this Café Au Lait:

“You’re not getting anything from that drink. It only has a good taste. That’s it.”

In a split second after I heard that, my mind unconsciously creates this metaphor of Café Au Lait as… another form of star-crossed lover.

Coffee is good. So does milk. Each of it has its own benefit for you. When it comes together, they’re likely to fill each other’s space. Milk softens the strong wake-me-up bomb from coffee, while coffee spice up the gentle distinct taste of milk. But the party of two has made the serious consequence encounter: a state of being neutral. I can say in other words, erasing each other’s.

A kind of bittersweet truth compares to star-crossed lover.

Fondness, affection, appreciation, love, you name it, comes in many secretive methods. The key to decipher it is to make it happen. It is the matter of time before the paths crossed. But even though you promise someone forever it’s just doesn’t work that way.

Interruption from outside forces.
The inevitability to cross at each other.

Alienation,
Restlessness,
Dissatisfaction,
were already there waiting.

May 20, 2012

Sittin' on the Front Porch

Hello. Again.

At first it was a brief visit to this site and about a minute later I decided to change some things in this room. Simplify it, so you can have a fresh look everytime you arrive in here, and take your time as long as you want.

Well, then.... hope you like this new room :)

Jan 1, 2012

The Best is Yet to Come


2012 to-do list:
  • Fill crossword game in Sunday newspaper all year long
  • work it out for Noryoku Shiken
  • Books, books, books
  • 2013 New Year's Eve, away, somewhere in this world
  • Rewarding myself with... anything worth!

Because 2011 is all about noticing and questioning. Now it's time to throw off those bowlines.


One of 2011's best moment


HAPPY NEW YEAR!

Dec 4, 2011

Pack it Up

It seems that I have found (or change?) my ultimate destination , which located at the southern most point of this globe. It'll be super exciting if I could have make it there. Supppppaaaaa rad!







Dig This! Kitchen


Kitchen
Banana Yoshimoto
First Printed : 1988
Fukutake Shoten, Japan

Pertama kali saya baca buah karya Banana Yoshimoto adalah cerpen (apa novelet yah?) Hard Boiled and Hard Luck. Itu juga sebenernya niat utamanya untuk presentasi seminar sastra waktu kuliah dulu (yang dengan cantiknya ditolak H-3 presentasi). Tapi dari dua cerita yang ada di buku itu saya menangkap esensi yang selalu dituangkan oleh nona pisang ini: duka & keterasingan.

Itu juga yang terlihat ketika saya membaca Kitchen ini. Saya lupa mana yang pertama keluar, tetapi saya membaca Kitchen ini jauh setelah Hard Boiled and Hard Luck. Nuansa keterasingan itu ternyata masih ada.

Bagaimana kita menghadapi sebuah perpisahan? dengan meratapi sedemikian rupa? atau mencoba bangkit dengan melakukan hal-hal yang dapat melupakan kesedihan yang ditimbulkan akibat perpisahan itu, walaupun pada akhirnya kita akan tetap mengingat itu di penghujung hari?

Mikage Sakurai melakukannya dengan cara yang berbeda, berdiam diri di dapur.Entah bagaimana dapur membuat kegelisahan yang ada pada dirinya hilang. Semenjak kepergian neneknya, dapur seakan menjadi obat kerinduan yang tak dapat digantikan oleh hal lainnya. Meringkuk dengan nyaman di samping kulkas, yang menurut dia menghangatkan, membayangkan bagaimana dapur idaman dia seharusnya terlihat ketika memiliki rumah nanti. Ketertarikan tidak biasa Mikage terhadap dapur mengantarkan dia pada pertemuan dengan Yuichi Tanabe. Lalu Yuichi tanpa ragu mengajak Mikage untuk tinggal bersama di rumahnya dengan "Ibunya", Eriko Tanabe. Ketiganya kemudian menjalin suatu interaksi unik di mana dapur menjadi penghubung mereka semua, dan dapat membantu mereka melupakan berbagai kesedihan yang sebelumnya mereka alami.

Pada cerita Moonlight Shadow, ceritanya (juga) tidak jauh-jauh dengan kehilangan. Satsuki mendapati kenyataan pahit bahwa kekasihnya, Hitoshi, meninggal dalam kecelakaan. Begitu juga dengan Shu, adik Hitoshi yang kehilangan kekasihnya, dan kakaknya sekaligus dalam kecelakaan yang sama. Kebiasaan Shu yang menjadi senang mengenakan seragam kelasi, pertemuan Satsuki dengan Urara, seakan menjadi sebuah rangkaian kejadian yang menyadarkan mereka untuk tetap melanjutkan hidup dan melupakan kesedihan yang ada.

Secara sekilas sebenarnya Kitchen + Moonlight Shadow tidak memberikan konflik yang rumit macam Bella Vista atau Shangrila (ketauan angkatan berapa), tetapi Nona Pisang ini dapat menelusuri konflik yang sederhana, juga penuturan yang tidak panjang lebar, tetapi membawa dampak yang amat berpengaruh. Berbeda dengan Murakami yang bermain di kawasan surrealisnya, Banana Yoshimoto dapat membawa kita kepada after taste yang hampir sama seperti ketika menjelajah wind-up Bird chronicle misalnya, meski hanya berupa novelet semata. so my opinion for this book is, how being less can gives you beyond more without trying so hard to be it.


Mix it with:


Nov 12, 2011

Declared Healthy, and Sent Back to the World

There comes a moment when you recollect all the things you've done by the end of the night, and you just realized you've made a terrible mistake.

A terrible mistake that you regret it so much, so bad, a mistake that you are willing to give everything you have just to take it back on you.

And then, what you're afraid the most comes out and ready to haunt you forever.

Well, sometimes stupidity clears out things faster than you expect, real fast.

But the good point is, there's no doubt left. All of yur questions are perfectly answered.

So, you don't need to put more energy on expectation bar anymore.


Nov 6, 2011

Untamed Youth

To find our trueselves, is it that necessary?

Kalian mungkin bosan karena saya selalu membahas tentang penjelajahan makna hidup serta jati diri sebenarnya. Ya, harap maklum, saya kan masih muda *Dilempar bakiak*. Saya masih berada dalam kisaran usia kepala 2 awal, masih dalam masa-masa meraba *Astaga bahasa apa iniiiii*. Selain itu, topik ini seperti tidak ada habisnya untuk dibahas. Mungkin karena kadar kedewasaan yang diterima setiap orang berbeda. Mungkin.

Ketika kita masih berlabel 'ABG' (Anak Baru Meleteg), kita pasti disibukkan dengan yang namanya aktualisasi diri. Kita mencoba untuk dapat masuk dalam segala situasi kehidupan yang ditawarkan kepada kita, yang kita anggap sungguh 'berharga'. Sebuah tujuan yang dapat menuntun kita ke puncak bukit atau jurang terdalam, tergantung pilihan kita tentunya. Selain itu, dominasi ego yang tinggi, melahirkan sebuah keputusan-keputusan instan yang terkadang baru kita sadari konsekuensinya setelah terjadi, atau bahkan tidak terpikir sama sekali.

We are untamed youth.

Daann, tamu yang ditunggu pun tiba. Beberapa orang menyebutnya turning point. Perubahan pola pikir, perubahan tentang apa yang menjadi tujuan hidup kita di kemudian hari. Perlahan kabut mengenai masa depan mulai menipis, dan mata kita mulai mencoba melihat apa yang akan kita tuju. Tapi itu semua tidak terjadi secara bersamaan. Ada yang kabutnya sudah menipis di awal pagi, ada yang kabutnya masih tebal walau sudah melewati 3 malam. Kalau bisa dibilang saya mungkin termasuk orang yang masih melihat kabut tebal tersebut. Ya, kabut itu sempat menipis, tapi entah mengapa kok mendadak tebal lagi. Sepertinya karena hujan lebat.

Turning point sebenarnya bisa terjadi beberapa kali. That what makes us for what we are now, tingkat kedahsyatannya pun berbeda. Saya pernah dicurhati orang-orang yang bisa dibilang sedang mengalami 'lowest mental state', keadaan dimana isi kepala dan batin mengalami perang hebat, dan saya mencoba memberi saran terbaik yang saya punya, yang mungkin bisa menenangkan perasaan si pencurah hati. Tapi ya itu masih sebatas permukaan, karena saya belum benar-benar mengalaminya.

You don't know what its feel until it got it right through you.
Saya dapat 'arisan', dan saya benar-benar tidak siap.


Yang terjadi kemudian bisa ditebak, semudah menebak dimana hantu dalam film horor akan muncul. Saya runtuh perlahan. Saya tidak menyangka akan mendapat beberapa "pertemuan" yang mengubah hidup saya, (mungkin) selamanya.

Turning point is such a big deal. A big, huge, enormous one. Mengapa? Karena turning point merupakan satu hal yang mengubah kita inci demi inci, secara keseluruhan, pelan tapi pasti. Satu hal yang harus diperhatikan, kita harus benar-benar siap dalam menghadapinya, karena turning point selalu berhubungan erat dengan pertemuan, konflik, perpisahan, dan kehilangan. Quotes milik Joker pun kehilangan maknanya, because there's definitely no fun in it. Tergantung pilihan kita untuk memperlihatkan secara terang-terangan, atau menyimpannya sendiri di hati. Well, Eyes can't lie. Orang-orang sekitar yang terbiasa melihat kita berada di sisi kanan jalur bebas hambatan pasti cepat atau lambat akan menyadari kita sedang menepi ke bahu jalan, mengalami kempes ban, oli bocor, aki rusak, busi terbakar.

I have to be honest, I was messed. Ini bisa dibilang kali pertama dalam hidup saya. The very first turning point, ever. Mungkin karena saya merasa sudah mendapat turning point sebelumnya, yang sekarang bisa saya bilang sungguh 'cetek' kalau diingat lagi dan dibandingkan dengan sekarang. I really have no idea how to cope with this thing and how it would affect me so much in my entire life.

Akhirnya saya menjadi pencurhat. Mulai dari curhat ke 'Atas' lalu curhat kiri kanan. some says:

"Kamu itu masih muda, masih jaman kalau mau eksperimen."

and the other says:

"Maybe you tried to push it way too hard. You need to chill a bit"

I think that was it. Maybe I should give it another shoot. Another escapism will do I guess. A great one.



You know where to find me.

Nov 5, 2011

Cross

...Whatever you wanna tell me, whatever you think might scare me, I won't... and I will listen... I will be a good listener to you if that's what you want... and you know, you know... I won't judge you... I can do that sometimes, I know, but I won't... I can... listen to you and you shouldn't be scared of scaring me off or anything that you might think I'll think or on and on and just say it and I'll listen to you... 



Aug 9, 2011

Bed & Cigarettes

I’m on the verge of being delusional.

I don’t know; I guess every man has its breaking point.

But these things will happen one day. The time when you have these unexpected doubts. Time when you questioning every single thing more than ever. Time when you let anxiety dominates your thought, controlling your heart. Leave the exquisite pain more than you can bear. The worst part is you let those things happened to you. You kept that only to make you feel better about it.

Strange what desire will make foolish people do.


Apr 13, 2011

Curhat?

Huahh how are you guys?! It's been forever! (yang baca siapa juga, udah ditinggalin lama gini)

Hehehe you have no idea how I miss to write in here. mulai cerita remeh temeh sampai remeh temeh lagi semuanya selalu tumpah disini (isi blog yang random dan sulit dijelaskan). Maafkan kelalaian saya yang selalu menomorduakan kegiatan ga penting tapi berdampak besar ini, haha tapi saya selalu mencoba untuk menceritakan sesuatu, walau memang agak menyebalkan karena tidak bisa secara reguler. Tapi kok agak sedih yah, jaman-jamannya pertama punya blog, tiap hari adaaaa aja yang pengen diceritain, tapi kesini-kesini, mau bikin tulisan satu aja kayaknya butuh semedi ke tibet dulu. This habit should end right now, according to my decision about career.

Yes, career.

Setelah lulus orang-orang biasanya suka koran hari sabtu. Apalagi alasannya kalau bukan sisipan berbagai penawaran pekerjaan. Tapi entah kenapa pekerjaan yang ditawarkan semuanya ga ada yang klop. Kalau nggak bank ya oil company, sisanya krik krik. diantara kelabilan pilihan, saya melihat quote dari Stephen Crane:

Forget what you think about it and tell what you feel about it.

Thanks to my impulsivity, I've decided to become a copywriter (Google it! you'll find more), also I already give it a try when I become copywriter intern at JWT for this past two months.

First I thought that copywriting is just dealing with body copy, creating tagline, random ideas and voila! There goes my ad. But it turns out that its not that simple actually. Haha bener-bener culture shock. Job desknya ternyata tidaklah semudah bikin slogan "Jamu buyung upik ongkerio". Banyak printilan yang jadi tanggung jawab seorang copywriter, dimana pada akhirnya di minggu-minggu pertama saya cukup kewalahan menerima berbagai job req dan brief, serta bermacam istilah goib yang harus dipelajari dalam waktu cepat, serta deadline yang "panjang" tentu saja. Who would have thought that copywriter is responsible for pick the right person for TVC Voice Over? Tapi seiring waktu kalau terus dijalani, ini sebenarnya pekerjaan yang menarik. Secara tidak langsung copywriting sendiri mengasah kemampuan menulis. Kita ditantang untuk menciptakan sesuatu yang baru, menggodok ide dari bahan-bahan yang sudah ada sejak lama, bahkan merefresh ide itu sendiri agar tetap menarik dan mengundang perhatian banyak orang. At the end, i hope my choice can bring out something in the future. I'm so ready for this! (as long as its not a pitching :P)


On the lighter note, meet my friend SHIDA ARUYA with her mission to be "The Most Favourite Blog" at Cornetto Ice Cream of Love. Go click the like button and comment on the link where Cornetto share Shida's posting. Is it that simple? Sure it is!

Nov 26, 2010

++

Remember when I posted some random shouts few months ago? At that time I made promise to do those 5 things, like I want it to accomplish so bad. Once I was worried of being unresolved, but miraculously It all happened this year! Just in case you might forget about it, I'm gonna write it once again here:

1. Finishing my final assignment (Done perfectly with A result! got a little revision, but that's okay.)
2. Take some course (Computer class, check. English class are waiting to be explored)
3. Go abroad (Done, twice. Haha I never expected that I can go to Japan two times this year. It was a wonderful experience. As (always) I promise to tell the story of it, soon. *teehee)
4. Have iPod Touch (Got it while i'm in Japan with good bargain)
5. Graduated from Uni (Just had it yesterday. Oh well, two days ago according to this time zone)

Well, even it wasn't happened in order but hey, I made it! Alhamdulillah and thank God for this accomplishment.

Oh btw about my birthday wish, I didn't get the Moleskin city notebook, but I got 'way cooler than Coleman ice box' stuff.
Another check!



*I think it's about time to add more bucket list.

Nov 23, 2010

Makin Tua Makin Jadi

Well, she's a Fembot now

But did you guys remember this?

*Baru nyadaaaaarrrrr

Jul 27, 2010

Space

So, at first, I got this job. Bos saya Miranda Priestley (heuhahaha becanda wit!) memberi saya tugas untuk membuat beberapa tulisan, dimana hasil tulisan saya akan disisipkan di beberapa feature dalam majalah wisata lokal (judulnya belum ada) yang akan terbit sekitar September nanti. The next thing happened is.... I got major writer's block! Hahaha ide boleh brilian, tapi ketika berhadapan dengan kualifikasi, nampaknya saya masih harus banyak belajar. Saya beneran deh jarang banget nulis dengan kalimat - kalimat tertutur rapi (liat aja tulisan - tulisan sebelum ini), terlalu rapi takutnya kaku, tapi bebas teuing bisi aya nu kasepet. Ibaratnya perut mules tapi sembelit, kemana - mana ujungnya ga enak. Dengan perjuangan agen 1000 sunlight akhirnya jadilah 3 tulisan (masih capruk) made in saya, dan sampai tulisan ini dibuat, 1 tulisan masih belum selesai (mudah - mudahan pengakuan dosa ini ga diliat sama ibu editor), dimana unfinished write ini berkisah tentang apa saja yang bisa dilakukan di suatu area, dengan budget maxi maupun minim. Saya pun memutar otak untuk mencari kegiatan positif menyenangkan yang bisa dilakukan, berulang kali berpikir tetapi ujung - ujungnya Factory Outlet yang didapat. Lama - lama saya mulai menyadari, kebanyakan wisata yang ditawarkan di kota ini adalah wisata belanja, belanja, dan belanja. Ruang publik? Bisa dihitung dengan jari. Taman kotanya? Sebagian besar kalau tidak terlalu rimbun sehingga cocok untuk berbuat "mistis", dijadikan lahan empuk vandalisme.

Do public space cost that much?

Secara selintas ada benarnya juga sih. Kadang ketika saya selesai beraktifitas tetapi belum ingin kembali ke rumah, saya selalu kebingungan, baiknya pergi kemana? mencari tempat terbuka, inspiring spot yang mudah diakses pengguna suku (kaki, red.) seperti saya ini. Sampai tulisan ini dibuat, saya belum menemukan jawabannya. Ujung - ujungnya ya mesti keluar duit buat segelas minuman dan tempat duduk nyaman dengan pemandangan bagus. But we deserves more than that. oke kalau kita memang memiliki materi, bagaimana dengan orang yang tidak seberuntung kita? Kalau mau menyalahkan semuanya punya peluang salah. Entahlah itu sistem, pemikiran yang berbeda, orang - orangnya, bahkan saya sendiri juga bisa salah, padahal sebenarnya itu memungkinkan.

Ambil contoh Cheonggyecheon, daerah bantaran sungai yang terbentang sepanjang 6 km di Seoul, Korea Selatan. Sebelumnya kawasan ini sangatlah kumuh, dan menjadi "ibukota" aksi kejahatan ketika malam tiba. Keberadaan jalan tol memperburuk lalu lintas disana, dimana masyarakat membangun kehidupan di bawah jalan tol, dan asap knalpot mempertebal polusi kota Seoul. Pada tahun 2003, Presiden Korea Lee myung Bak membuat program restorasi kawasan Cheonggyecheon seluruhnya menjadi ruang publik. Sebuah langkah bernyali besar, karena itu berarti membuang jalan layang Cheonggyedeon yang sudah ada sejak 1978 sehingga menimbulkan protes dari pedagang kaki lima di daerah tersebut dan warga yang menjadi langganan pengguna jalan layang tersebut. Tapi hasilnya? No pain no gain.

The sky colour speak through the photo

the aftertaste. woot!

Efek lain yang diakibatkan seperti efek domino, tetapi dengan kemenangan di akhir. Pengguna kendaraan bermotor berkurang, meningkatnya pengguna sepeda, dan yang terpenting, masyarakat tidak takut untuk berkegiatan di luar, karena benteng kota yang terdiri dari arogansi kendaraan bermotor, udara yang dikuasai polusi, dan geromang berniat busuk tiap malam tiba semuanya runtuh, walau masih tersisa sedikit.

Jadi, apakah sebenarnya kita bisa melakukannya? sebenarnya bisa, yang membawa kita kembali kepada jawaban klise, niat, ditambah taburan aksi nyata dari orang - orang berwenang + dukungan masyarakat sendiri.
Ini baru anggapan pribadi, tapi jika ada yang berpikiran sama dengan saya mungkin akan lebih baik lagi. Jadi saya dapat mengetahui bahwa masyarakat masih membutuhkan ruang apresiasi di kota ini, lebih dari sekedar Factory Outlet baru.

Jul 26, 2010

You're so decades ago Forrest


Life is like a box of chocolates. You never know what you're gonna get.

Life is like rowing a sinking boat upstream with a fat lady upfront.
And she's even not smiling.

Jun 8, 2010

A Simple Wish For My Birthday



btw, I promise to tell my visit right after I finish typing this stupidjapanese final assignment. Fingers crossed, Smell ya later.

May 13, 2010

2.22 AM

just a little itsy bitsy
Personally i'm not the kind of person who can say something easily(orang - orang blabbermouth, bersyukurlah kalian!). I mean, you are what you said. Everything that spills out from your mouth could affect so much to others with millions interpretation. So I can say that (sometimes) i'm aware with all words that come out from my mouth of course. Sometimes I just afraid if things I said are just not really like what I said. Write it down probably one of the safe way to express what matters.

okay enough for uha ehe.




on a lighter note:
UWOOOWWW OH MY GOD I'M FREAKING EXCITED FOR TOMORROW!
Yes it is, i'm going to Japan. i'm just say it right here, not anywhere else. Wish me a safe flight, see you at metropolis

*waving*

So, my next post gotta be:

Intro/Tokyo