Showing posts with label did you get it?. Show all posts
Showing posts with label did you get it?. Show all posts

Aug 3, 2012

Cafe Au Lait


(kă-fā' ō lā')

n

1. Coffee served with hot milk.
2. A light coffee hue.


This is somehow the drink I always ordered, every time I’m in the mood to freshen up my mind beside the fresh roasted black coffee. The simple taste, balanced mixtures between coffee and milk soothes the throat while the coffee’s aftertaste lingering still after couple of sips. Nothing’s wrong about craving for that mild sensation I guess. Everything seems on the right place, unless there’s something about this comforting flavor.

I started this personal assumption when someone responded to my great interest to this Café Au Lait:

“You’re not getting anything from that drink. It only has a good taste. That’s it.”

In a split second after I heard that, my mind unconsciously creates this metaphor of Café Au Lait as… another form of star-crossed lover.

Coffee is good. So does milk. Each of it has its own benefit for you. When it comes together, they’re likely to fill each other’s space. Milk softens the strong wake-me-up bomb from coffee, while coffee spice up the gentle distinct taste of milk. But the party of two has made the serious consequence encounter: a state of being neutral. I can say in other words, erasing each other’s.

A kind of bittersweet truth compares to star-crossed lover.

Fondness, affection, appreciation, love, you name it, comes in many secretive methods. The key to decipher it is to make it happen. It is the matter of time before the paths crossed. But even though you promise someone forever it’s just doesn’t work that way.

Interruption from outside forces.
The inevitability to cross at each other.

Alienation,
Restlessness,
Dissatisfaction,
were already there waiting.

Nov 6, 2011

Untamed Youth

To find our trueselves, is it that necessary?

Kalian mungkin bosan karena saya selalu membahas tentang penjelajahan makna hidup serta jati diri sebenarnya. Ya, harap maklum, saya kan masih muda *Dilempar bakiak*. Saya masih berada dalam kisaran usia kepala 2 awal, masih dalam masa-masa meraba *Astaga bahasa apa iniiiii*. Selain itu, topik ini seperti tidak ada habisnya untuk dibahas. Mungkin karena kadar kedewasaan yang diterima setiap orang berbeda. Mungkin.

Ketika kita masih berlabel 'ABG' (Anak Baru Meleteg), kita pasti disibukkan dengan yang namanya aktualisasi diri. Kita mencoba untuk dapat masuk dalam segala situasi kehidupan yang ditawarkan kepada kita, yang kita anggap sungguh 'berharga'. Sebuah tujuan yang dapat menuntun kita ke puncak bukit atau jurang terdalam, tergantung pilihan kita tentunya. Selain itu, dominasi ego yang tinggi, melahirkan sebuah keputusan-keputusan instan yang terkadang baru kita sadari konsekuensinya setelah terjadi, atau bahkan tidak terpikir sama sekali.

We are untamed youth.

Daann, tamu yang ditunggu pun tiba. Beberapa orang menyebutnya turning point. Perubahan pola pikir, perubahan tentang apa yang menjadi tujuan hidup kita di kemudian hari. Perlahan kabut mengenai masa depan mulai menipis, dan mata kita mulai mencoba melihat apa yang akan kita tuju. Tapi itu semua tidak terjadi secara bersamaan. Ada yang kabutnya sudah menipis di awal pagi, ada yang kabutnya masih tebal walau sudah melewati 3 malam. Kalau bisa dibilang saya mungkin termasuk orang yang masih melihat kabut tebal tersebut. Ya, kabut itu sempat menipis, tapi entah mengapa kok mendadak tebal lagi. Sepertinya karena hujan lebat.

Turning point sebenarnya bisa terjadi beberapa kali. That what makes us for what we are now, tingkat kedahsyatannya pun berbeda. Saya pernah dicurhati orang-orang yang bisa dibilang sedang mengalami 'lowest mental state', keadaan dimana isi kepala dan batin mengalami perang hebat, dan saya mencoba memberi saran terbaik yang saya punya, yang mungkin bisa menenangkan perasaan si pencurah hati. Tapi ya itu masih sebatas permukaan, karena saya belum benar-benar mengalaminya.

You don't know what its feel until it got it right through you.
Saya dapat 'arisan', dan saya benar-benar tidak siap.


Yang terjadi kemudian bisa ditebak, semudah menebak dimana hantu dalam film horor akan muncul. Saya runtuh perlahan. Saya tidak menyangka akan mendapat beberapa "pertemuan" yang mengubah hidup saya, (mungkin) selamanya.

Turning point is such a big deal. A big, huge, enormous one. Mengapa? Karena turning point merupakan satu hal yang mengubah kita inci demi inci, secara keseluruhan, pelan tapi pasti. Satu hal yang harus diperhatikan, kita harus benar-benar siap dalam menghadapinya, karena turning point selalu berhubungan erat dengan pertemuan, konflik, perpisahan, dan kehilangan. Quotes milik Joker pun kehilangan maknanya, because there's definitely no fun in it. Tergantung pilihan kita untuk memperlihatkan secara terang-terangan, atau menyimpannya sendiri di hati. Well, Eyes can't lie. Orang-orang sekitar yang terbiasa melihat kita berada di sisi kanan jalur bebas hambatan pasti cepat atau lambat akan menyadari kita sedang menepi ke bahu jalan, mengalami kempes ban, oli bocor, aki rusak, busi terbakar.

I have to be honest, I was messed. Ini bisa dibilang kali pertama dalam hidup saya. The very first turning point, ever. Mungkin karena saya merasa sudah mendapat turning point sebelumnya, yang sekarang bisa saya bilang sungguh 'cetek' kalau diingat lagi dan dibandingkan dengan sekarang. I really have no idea how to cope with this thing and how it would affect me so much in my entire life.

Akhirnya saya menjadi pencurhat. Mulai dari curhat ke 'Atas' lalu curhat kiri kanan. some says:

"Kamu itu masih muda, masih jaman kalau mau eksperimen."

and the other says:

"Maybe you tried to push it way too hard. You need to chill a bit"

I think that was it. Maybe I should give it another shoot. Another escapism will do I guess. A great one.



You know where to find me.

Apr 13, 2011

Curhat?

Huahh how are you guys?! It's been forever! (yang baca siapa juga, udah ditinggalin lama gini)

Hehehe you have no idea how I miss to write in here. mulai cerita remeh temeh sampai remeh temeh lagi semuanya selalu tumpah disini (isi blog yang random dan sulit dijelaskan). Maafkan kelalaian saya yang selalu menomorduakan kegiatan ga penting tapi berdampak besar ini, haha tapi saya selalu mencoba untuk menceritakan sesuatu, walau memang agak menyebalkan karena tidak bisa secara reguler. Tapi kok agak sedih yah, jaman-jamannya pertama punya blog, tiap hari adaaaa aja yang pengen diceritain, tapi kesini-kesini, mau bikin tulisan satu aja kayaknya butuh semedi ke tibet dulu. This habit should end right now, according to my decision about career.

Yes, career.

Setelah lulus orang-orang biasanya suka koran hari sabtu. Apalagi alasannya kalau bukan sisipan berbagai penawaran pekerjaan. Tapi entah kenapa pekerjaan yang ditawarkan semuanya ga ada yang klop. Kalau nggak bank ya oil company, sisanya krik krik. diantara kelabilan pilihan, saya melihat quote dari Stephen Crane:

Forget what you think about it and tell what you feel about it.

Thanks to my impulsivity, I've decided to become a copywriter (Google it! you'll find more), also I already give it a try when I become copywriter intern at JWT for this past two months.

First I thought that copywriting is just dealing with body copy, creating tagline, random ideas and voila! There goes my ad. But it turns out that its not that simple actually. Haha bener-bener culture shock. Job desknya ternyata tidaklah semudah bikin slogan "Jamu buyung upik ongkerio". Banyak printilan yang jadi tanggung jawab seorang copywriter, dimana pada akhirnya di minggu-minggu pertama saya cukup kewalahan menerima berbagai job req dan brief, serta bermacam istilah goib yang harus dipelajari dalam waktu cepat, serta deadline yang "panjang" tentu saja. Who would have thought that copywriter is responsible for pick the right person for TVC Voice Over? Tapi seiring waktu kalau terus dijalani, ini sebenarnya pekerjaan yang menarik. Secara tidak langsung copywriting sendiri mengasah kemampuan menulis. Kita ditantang untuk menciptakan sesuatu yang baru, menggodok ide dari bahan-bahan yang sudah ada sejak lama, bahkan merefresh ide itu sendiri agar tetap menarik dan mengundang perhatian banyak orang. At the end, i hope my choice can bring out something in the future. I'm so ready for this! (as long as its not a pitching :P)


On the lighter note, meet my friend SHIDA ARUYA with her mission to be "The Most Favourite Blog" at Cornetto Ice Cream of Love. Go click the like button and comment on the link where Cornetto share Shida's posting. Is it that simple? Sure it is!

Jul 27, 2010

Space

So, at first, I got this job. Bos saya Miranda Priestley (heuhahaha becanda wit!) memberi saya tugas untuk membuat beberapa tulisan, dimana hasil tulisan saya akan disisipkan di beberapa feature dalam majalah wisata lokal (judulnya belum ada) yang akan terbit sekitar September nanti. The next thing happened is.... I got major writer's block! Hahaha ide boleh brilian, tapi ketika berhadapan dengan kualifikasi, nampaknya saya masih harus banyak belajar. Saya beneran deh jarang banget nulis dengan kalimat - kalimat tertutur rapi (liat aja tulisan - tulisan sebelum ini), terlalu rapi takutnya kaku, tapi bebas teuing bisi aya nu kasepet. Ibaratnya perut mules tapi sembelit, kemana - mana ujungnya ga enak. Dengan perjuangan agen 1000 sunlight akhirnya jadilah 3 tulisan (masih capruk) made in saya, dan sampai tulisan ini dibuat, 1 tulisan masih belum selesai (mudah - mudahan pengakuan dosa ini ga diliat sama ibu editor), dimana unfinished write ini berkisah tentang apa saja yang bisa dilakukan di suatu area, dengan budget maxi maupun minim. Saya pun memutar otak untuk mencari kegiatan positif menyenangkan yang bisa dilakukan, berulang kali berpikir tetapi ujung - ujungnya Factory Outlet yang didapat. Lama - lama saya mulai menyadari, kebanyakan wisata yang ditawarkan di kota ini adalah wisata belanja, belanja, dan belanja. Ruang publik? Bisa dihitung dengan jari. Taman kotanya? Sebagian besar kalau tidak terlalu rimbun sehingga cocok untuk berbuat "mistis", dijadikan lahan empuk vandalisme.

Do public space cost that much?

Secara selintas ada benarnya juga sih. Kadang ketika saya selesai beraktifitas tetapi belum ingin kembali ke rumah, saya selalu kebingungan, baiknya pergi kemana? mencari tempat terbuka, inspiring spot yang mudah diakses pengguna suku (kaki, red.) seperti saya ini. Sampai tulisan ini dibuat, saya belum menemukan jawabannya. Ujung - ujungnya ya mesti keluar duit buat segelas minuman dan tempat duduk nyaman dengan pemandangan bagus. But we deserves more than that. oke kalau kita memang memiliki materi, bagaimana dengan orang yang tidak seberuntung kita? Kalau mau menyalahkan semuanya punya peluang salah. Entahlah itu sistem, pemikiran yang berbeda, orang - orangnya, bahkan saya sendiri juga bisa salah, padahal sebenarnya itu memungkinkan.

Ambil contoh Cheonggyecheon, daerah bantaran sungai yang terbentang sepanjang 6 km di Seoul, Korea Selatan. Sebelumnya kawasan ini sangatlah kumuh, dan menjadi "ibukota" aksi kejahatan ketika malam tiba. Keberadaan jalan tol memperburuk lalu lintas disana, dimana masyarakat membangun kehidupan di bawah jalan tol, dan asap knalpot mempertebal polusi kota Seoul. Pada tahun 2003, Presiden Korea Lee myung Bak membuat program restorasi kawasan Cheonggyecheon seluruhnya menjadi ruang publik. Sebuah langkah bernyali besar, karena itu berarti membuang jalan layang Cheonggyedeon yang sudah ada sejak 1978 sehingga menimbulkan protes dari pedagang kaki lima di daerah tersebut dan warga yang menjadi langganan pengguna jalan layang tersebut. Tapi hasilnya? No pain no gain.

The sky colour speak through the photo

the aftertaste. woot!

Efek lain yang diakibatkan seperti efek domino, tetapi dengan kemenangan di akhir. Pengguna kendaraan bermotor berkurang, meningkatnya pengguna sepeda, dan yang terpenting, masyarakat tidak takut untuk berkegiatan di luar, karena benteng kota yang terdiri dari arogansi kendaraan bermotor, udara yang dikuasai polusi, dan geromang berniat busuk tiap malam tiba semuanya runtuh, walau masih tersisa sedikit.

Jadi, apakah sebenarnya kita bisa melakukannya? sebenarnya bisa, yang membawa kita kembali kepada jawaban klise, niat, ditambah taburan aksi nyata dari orang - orang berwenang + dukungan masyarakat sendiri.
Ini baru anggapan pribadi, tapi jika ada yang berpikiran sama dengan saya mungkin akan lebih baik lagi. Jadi saya dapat mengetahui bahwa masyarakat masih membutuhkan ruang apresiasi di kota ini, lebih dari sekedar Factory Outlet baru.

May 13, 2010

2.22 AM

just a little itsy bitsy
Personally i'm not the kind of person who can say something easily(orang - orang blabbermouth, bersyukurlah kalian!). I mean, you are what you said. Everything that spills out from your mouth could affect so much to others with millions interpretation. So I can say that (sometimes) i'm aware with all words that come out from my mouth of course. Sometimes I just afraid if things I said are just not really like what I said. Write it down probably one of the safe way to express what matters.

okay enough for uha ehe.




on a lighter note:
UWOOOWWW OH MY GOD I'M FREAKING EXCITED FOR TOMORROW!
Yes it is, i'm going to Japan. i'm just say it right here, not anywhere else. Wish me a safe flight, see you at metropolis

*waving*

So, my next post gotta be:

Intro/Tokyo

Apr 26, 2010

Big Love

pada tanggal 26 April 2010 1/3 umat manusia di bumi ini (soktausokilmiahasalcapruk) akan berujar:

"I don't like monday"

Mereka yang masih terbuai dengan weekend tiba - tiba serasa ditampar ibu tiri karena teringat kembali kewajiban - kewajiban weekdays mereka yang bermacam rupa bermacam kejadian. Buat saya sebenernya hari ini hampir I don't like monday. Tadinya saya mau melakukan kegiatan yang bisa dibilang amat impulsif, naek kereta api parahyangan (haha beneran ini baru tercetus tadi malem *kabita sama yang borong tiket satu gerbong). Tapi hal tersebut urung dilaksanakan karena alasan klasik :

TELAT BANGUN

Hahahaha berhubung perjalanannya menghabiskan waktu 3 jam ga mungkin juga kan ambil perjalanan yang siang, yang ada sampe ibukota udah sore, keburu macet, keburu magrib, keburu rame, keburu males. tidur lagi deh. ga tidur lagi sih, mandi gosok gigi setor pagi terus sarapan. Abis itu ngapain dong? sempet bingung juga sih. Daripada bengong saya akhirnya angkat kaki dari rumah dengan tujuan menjadi almamater LPK Pauline (ge, kita satu almamater akhirnya!). Ternyata nenek saya kepingin ikut, yasudah berangkatlah menuju daerah Cihampelas. Dari Cihampelas, berhubung (SANGAT) krik krik kalau langsung pulang ke rumah lagi, jadilah keliling kota sejenak. Sebenernya perjalanan biasa, tapi entah mengapa saya menganggap saya pergi menggunakan mesin waktu, karena waktu memang berhenti di tempat - tempat yang saya kunjungi tadi.

Kantor Pos Cipaganti
Tadi kesini soalnya kakak minta dikirimin kwitansi biaya perawatan rumah sakit. Sewaktu saya masuk ke dalem.... okay, ini amat sangat beda dengan yang diliat di film (iya lah, di film kan latarnya di luar negeri). Sepiiiiii... cuma ada ibu - ibu seorang gatau mau ngirim apa, keliatannya sih wesel. Padahal dulu pak pos bermotor/bersepeda sama bis surat itu sesuatu yang sangat eksklusif mengalahkan siletnya Feny Rose. Saya inget dulu sama ibu saya suka tiba - tiba dikasi kertas sama pulpen, terus dia bilang "nih, kamu tulis surat buat yang di Bandung." dan saya langsung semangat nulis basa basi, biar basa basi tapi niat, dan beberapa surat yang berhasil terkirim masih ada disimpen sampe sekarang. Biar sepi masih ada loh yang menggunakan jasa pos, pegawainya juga keliatan mengabdi sama pekerjaannya. Maksudnya dia happy sama pekerjaan dia.

PT. Rasa
Ini termasuk rute impulsif, soalnya nenek tiba - tiba ngidam ke King's, pas mau lewat jalan Tamblong, saya dengan reflek minta belok ke PT Rasa. Alesan pertama sih laper, tapi udah lama juga ga beli bitterbalen sama banana split. Oh temptation. Rasanya juga masih sama seperti dulu, aduhai.

King's
Saya ga akan ngomongin tempat jualan baju - baju Shireen Sungkar yang dipake di Cinta Fitri season 5 (kata Pochi begitu), i'm talking about the surrounds. Bakmi Parahyangan, Pisang Simanalagi, dan deretan toko yang menjual converse stock lama tapi masih made in USA, oh iya jangan lupa Dunkin Donuts sama toko kaset yang di sebelahnya! haha my personal favorite soalnya. Galaxy masih keitung lah, saya nonton Godzilla disitu soalnya, dari parkiran lari rusuh gamau ketinggalan filmnya.

Toko Roti Sidodadi
Yang belum kesini keterlaluan!

Lotek Kalipah Apo
Ini juga sebenernya rute impulsif. Padahal udah kamerkaan di PT Rasa tadi, tapi tetep aja laper mata. Segala jenis kolek dibeli. Tempatnya sangat homy, Penang kalah dah (asal jangan ngeliat macet di kalipah apo aja pas lagi di dalem)

Tempat - tempat di atas masih untung masih bisa dilihat sama saya, mudah - mudahan anak sama cucu saya juga masih bisa liat. Nah nasib yang udah ga keurus? Saya sengaja ga ngebahas Palaguna, terlalu watir diliat. Yang saya liat sendiri sama yang saya liat di buku, kawasan tua di luar negeri bisa dijaga sampe sekarang, jadi magnet turis. Disini.... yah mungkin ada yang terawat, cuma saya belum liat aja. Salahkah budaya latah? kawasan tua dibiarin mati? I have no idea, Tambah lagi sama si Parahyangan RIP. Tapi setidaknya tempat - tempat di atas sudah punya ponten besar, khususnya saya pribadi. Big love & big hug from me.


I don't like this monday ended. There's too many great things I've ever felt today.

Feb 28, 2010

Twist

No, i'm not talking about the dance move.

Saya suka nonton film Home Alone. ga peduli berapa kali diputar di stasiun tv setiap natal, atau kapanpun, saya pasti menyempatkan diri untuk melihat 2 maling kelas teri yang dipecundangi oleh bocah umur 8 tahun. Pikiran saya pada saat itu seperti “waw, oke sekali mereka bisa seperti itu.” Macauley Culkin at that time is like a fuckyeah a role model. Anak - anak mengidolakan karena merasa dekat dengan dia, memberi gambaran bling bling bahwa hidup ini menyenangkan untuk dijalani, bahkan ketika menghadapi hal – hal buruk seperti dikejar 2 maling bodoh karena dianggap menghancurkan rencana mereka menggasak seisi toko mainan. bahasa kasarnya ngayal babu. Orang dewasa menggilai wajah imut plus pipi yang bisa dicubit terus menerus tanpa jadi kempes (sebenarnya ini khusus kebiasaan ibu - ibu). Begitupun cerita – cerita superhero. Di waktu bermain pukul 3-6 sore anak - anak (baca: saya dan teman – teman di komplek) berebut menjadi jagoan. Ada yang rela menjadi Kimberla karena sudah ada temannya yang “booking” nama asli ranger pink. Bambu bekas bangunan adalah pedang pusaka. Yoko, bibi Lung, dan siluman ular putih juga tidak luput dari permainan bocah – bocah pada saat itu. (I wonder if there’s a kid who want to be a villain or Superhero’s opponent as their “Hero”)

The thing is………… It's just a movie. Senyata apapun cerita yang diangkat tetap saja ada balutan fiksi di dalamnya. Itu kan dramatisasi kejadian saja. Sebuah kisah yang mungkin pada dasarnya nyata, namun dipoles sedemikian rupa dengan tujuan membentuk anggapan orang – orang yang menontonnya agar sesuai dengan si pembuat film inginkan, dan penonton inginkan. Namanya juga bocah, apa yang diliat itulah pernyataan untuk mereka. Tokoh baik selalu menang, tokoh jahat menghujat dengan mata melotot. Tidak ada yang suka sad ending. Mungkin orang – orang sudah melihat terlalu banyak sad ending di sekitar mereka. Merasa terlalu naif untuk melihat seuatu yang sesuai 100% dengan kejadian sesungguhnya. Such a Bollywood ending I guess.

Umur mulai beranjak ke usia belasan, yang saya ketahui juga semakin bertambah. Thanks to motion pictures, karena membuat saya tidak terjebak dengan stereotype cerita ala keluarga Punjabi.

Saya jadi tahu bayi bukan dibawa burung bangau dan dikirim lewat cerobong asap

Ada keluarga yang dari kulitnya terlihat indah, kuat, dan bahagia bisa saja justru bobrok tergerogoti dari dalam

Di dunia ini memang ada orang yang benar – benar tidak memiliki belas kasihan

Di Sekolah, apapun bisa terjadi

Tidak semua anak – anak memiliki nasib baik

Godaan ada dimana – mana

Tidak hanya plus-minus, plus-plus minus-minus juga ada di dunia ini


Ditambah tema - tema yang bila dipikir secara sekilas seperti tidak masuk akal,tetapi itu memang kenyataan. Teen Angst, bullying, perebutan warisan, guna - guna istri muda, ibu tiri yang (tidak semuanya) jahat, dan hal - hal absurd lainnya.

So do life.

as we grown up we've seen all things that happened in this world. The good, the bad, and the queen. okay, itu nama band. Ada begitu banyak keberagaman di sekitar kita, mulai dari yang baik dan buruk tadi. Everything is never as it seems. Tapi bukan berarti yang baik itu paling aman. Kadang dibalik kebaikan tersimpan kemunafikan. Manusia seringkali terjebak di dalam situ. itulah yang melahirkan keadaan - keadaan yang difilmkan di atas tadi. Keadaan yang diabadikan agar kita tidak sekedar asal bunyi dan mencibir bila dihadapkan kepada hal - hal seperti itu. That what make us a human.


A little note from me : Watch all the movies above!

Feb 27, 2010

Who The Hell Is Alexander McQueen??

Iya, beberapa waktu lalu rasanya heboh sekali orang – orang yang membicarakan kematian mendadak dia.

Saya : Siapa sih?

Orang : Alexander McQueen Taf

Saya : Ohhh... emang dia ngapain?

Orang : Itu loh, perancang dari Inggris, desainer baju

Saya : Ohhh (lagi)

Perancang busana ternyata. Selama ini yang saya tau cuma sekedar LV Cipinang sama Gucci antik, karena semua orang (Indonesia yang kelebihan deposito) nampaknya rela gantung diri demi 2 merk itu (di mol terkemuka ibukota pun tokonya ada di deket pintu masuk dan segede gambreng), oh iya Hermes juga (terima kasih kepada Manohara dan Ibu Daisy Fajarina). I don't mind it actually, tapi sambil iseng googling kesana sini (baca: liatin postingan orang lain yang heboh sama dia). Sampai di Tumblr pun foto - foto tentang dia bertaburan, dan yang paling banyak terlihat adalah ini :

Sepatu uler apalah itu

mirip yah sama ini, huehahahahaha

Ini orang kayaknya rada - rada "ga beres" nih. Hahaha makin kesini saya semakin penasaran. googling kesana kemari, waktu ngetik di search bar, keluar 1.000.000 lebih results. Okey, dia memang terkenal. Saya klik satu link, dan WOW, I am truly speechless. Ini orang maunya apaaaaaaaaaaaaa.......

Simply don't understand this one :P

yang ini katanya konsepnya di asylum gitu, jadi yang nontonnya ada di luar kaca model - model ruang interogasi

Main catur. Iya main catur.

Ring of fire. Quite cool by the way

Ada Carrousel aja di panggung, ck ck ck...

Ini modelnya meragain pada pake sepatu skating, ck ck ck lagi


ini paling gelo lah, Ini disemprot pake mesin yang biasa dipake buat ngecat mobil

Memang benar kata perpepatahan, "orang akan lebih diingat ketika mereka sudah jauh dari kita"
So, who the hell is Alexander McQueen?

He's one of the people who made a revolution. Change the way how people see things.

Haha, saya bikin posting ini udah kaya bikin artikel asli, cari bahan kesana kemari, sampai buka forum, blog, and of course people's shout. Many thanks to oktysyaira & kharismalaras yang banyak bercuap cuap dan berhasil saya kupingi, mas google yang baik hati karena selalu menjawab pertanyaan saya, dan juga artikel dari sini.

Jan 31, 2010

#februarywish

Around the world,
Eat anything quintessentials,
Stay as long as I want.

Nov 28, 2009

Gramophone: so back in 2005

Few albums that have accompanied my college's first year




Enough is Enough

Beberapa minggu lalu, ngg..beberapa bulan lalu, ada teman yang membaca disini, membaca setelah "beberapa bulan" yang dimaksud saya masih meluangkan waktu bersama mad hatter minum secangkir teh. Lupa lupa inget apa yang dibilang, tapi pada intinya adalah :
Update blog lagi dong!

Tanggapan saya waktu itu "yah, pasti! pasti kok, iya, nanti.....uhuh.......mmmm............." *semangat awalnya doang* dan lupalah saya. Sebenarnya saya mau saja langsung melakukan, melesat beraksi kucing hajar mamen, tapi sayang beribu sayang absent-minded + lazyness bertandang rutin. Nampaknya ini alasan kenapa saya punya banyak draft disini. Banyak sekali celotehan - celotehan yang ingin diucapkan, tapi kadang - kadang saya lebih sering merasa itu ide buruk (geer lu, belom juga ada yang baca), membuat saya pada akhirnya menyimpan, menyimpan, dan menyimpan, dan menyimpan, dan menyimpan sampai saya lihat film ini :

Disini diceritakan Julie Powell yang hidupnya bagai Inul tanpa goyang ngebor, pekerjaan membosankan, teman beda voltase yang mungkin kalau dipaksakan dicolok bisa korslet, segala hal yang membuat dia berpikir untuk mewarnai hidupnya yang monokrom dengan mencoba memasak 524 resep masakan prancis yang dibuat Julia Child dalam waktu 1 tahun dan diabadikan dalam blog, yang lalu dipertanyakan oleh suaminya, kenapa harus 1 tahun? Karena dia harus punya tujuan, tantangan untuk mencoba semuanya dalam waktu 1 tahun, itulah ambisinya. Bagai tisereleu saya pun bertanya ke diri sendiri, dan jawaban yang didapat adalah saya masih berada di titik yang itu saja.

I have no ambition.

Tadinya saya berpikir ambisi itu hanya diperuntukan bagi orang - orang penggiat kegiatan yang tak boleh disebut namanya yang menghalalkan segala cara agar bisa naik sampai tingkat singa terbang. Itu pikiran bodoh. Siapapun harus punya ambisi. Mereka dilahirkan untuk itu. Kalau tidak punya ya silahkan minta tidak dilahirkan, itu juga kalau kamu adalah kappa. Mungkin setelah ini pandangan saya terhadap sebuah kata sifat berjudul ambisi mulai bergeser, walau tetap saya sangat tidak menyukai over-ambitious people yang senang dengan histeria dan depresi berat ketika mendapat bukan nilai ujian sempurna (baca : 80). Terlihat amat sangat tidak mensyukuri, dan egois. Correct me if i'm wrong, but I just hate it. Ayolah, jangan terlalu merasa bersalah dengan itu. Amat sangat klise, tapi nobody's perfect, you simply just can't get out of that. So, please remind me to have one just in case I forgot it.

Okey! mulai dari sini dulu, posting setidaknya seminggu satu, nampak tidak terlalu sulit, lebih banyak malah lebih baik, malu sama blog archive, pertama aja rajin, kesini sini keok.

rasarasanya kayak ngumpulin niat buat kuliah, huahahahaha.

Jul 17, 2009

Sometimes Life Isn't Easy

Lama sekali saya tidak mampir mampir kesini. SP + koneksi ngehe yang ternyata disebabkan oleh kucing lah alasan bang toyib ga pulang - pulang. Mulai geje. Hahaha how have you been? Entah kenapa perasaan saya lagi kayak sambel, pedesnya bikin kesel, meronta - ronta minta minum, tapi nagih, campur aduk. Plus these things I got all this day until now are succesfully ruined my mood. Shame on you silly people!

ngomong - ngomong bisik kuda, saya mau ngucapin selamat buat teman saya yang besok (lumayan banyak) diwisuda. Hoho terbawa euforia calon wisudawan, penasaran juga abis wisuda katanya bakal ada arak-arakan ke fakultas, trus diceburin apa gimana gitu, lupa. Ahh, what a life. Rasanya baru hari - hari kemaren masih jalan - jalan bareng, nangkring di bar, merayakan ulang tahun, and tomorrow's gonna be different. Saya masih tetep jadi mahasiswa, berkutat dengan SP, mengejar dosen minta bimbingan, lalu yang abis wisuda udah pada naik kelas, naik kelas hidup. They made it through a next phase of their life. Iya sih nanti juga saya lulus diwisuda. Tapi jadi kepikiran, after I made it just like them, what would I do next? Jujur saya masih bingung. Beberapa waktu lalu saya masih banyak ngehayal, abis lulus terus diwisuda, trus bekerja dengan berbagai benefit yang didapat. Cuman wew, we're entering real world. Am I capable enough? saya mungkin berpikir seperti ini karena ada beberapa gol yang belum dicapai. Judulnya mah belom siap lah. Tapi harusnya waktu bukan penghalang. Kapanpun kalau mau gol - gol itu pasti bisa tercapai. Semangat!!! Nampaknya bucket list saya bakal bertambah nanti, hehehehe.

Do you have your own bucket list?

Photos by Damien Rudd

ngomong - ngomong Indonesia menang loh lawan MU

Menang WO. Huahahahaha

Jun 7, 2009

Keluarga Cemara

Masih dalam occasion lazy week saya puas - puasin tidur dari subuh, haha biasanya abis subuh kudu melek, kalo nggak dijamin bakal bangun telat dan berefek kepada kegiatan selanjutnya yang membutuhkan disiplin waktu. Tapi berhubung tidak ada kegiatan yang membutuhkan disiplin waktu dan saya pun memutuskan untuk tidak kemana – mana di hari sabtu ini, jadilah saya menikmati secangkir kopi sambil membaca Koran, lezat. Suatu hal yang jarang dapat dilakukan di hari – hari biasa. Terima kasih minggu tenang!

Sejak kemarin banyak teman yang bertanya “besok mau kemana?” atau “jalan yuk!” Saya pun menolak ajakan mereka karena hari ini saya sudah berniat untuk tidak pergi kemana – mana. So there’s a big question mark swirl around : apa memang keluar rumah di hari sabtu itu merupakan sebuah kewajiban? Yang rada bodor ada seseorang yang berkata jealous mengetahui teman – temannya berkelana di hari sabtu, sementara dia tidak. Atau yang merasa sedih di malam minggu tidak pergi kemana – mana. Tapi setelah ditilil diterawang dan ditoong nampaknya itu hanya merupakan problema romantika belaka, haha mercy me. Have you ever tried to spend your time once in a week at home? Bersama keluarga meluangkan quality time. Ada yang bilang boring. Mungkin iya kalau diminta menemani ke kawinan kerabat, atau kumpul keluarga super besar tiga generasi dari dulu sampai sekarang masih lengkap. jujur saya pun punya 1001 alasan jitu untuk menghindar dari hal tersebut (haha cule pisaaann). Atau menghabiskan waktu hangout bersama keluarga. Terkadang hangout bersama keluarga bisa lebih menyenangkan dan lebih gila. Banyak keuntungan yang didapatkan dari hangout bersama keluarga. Kalau pergi sama keluarga kita pasti jadi tanggungan orang tua. Makan bebas pilih, beli – beli tinggal tunjuk (dengan bujukan rayuan sekuat tenaga). Family relationship pun akan semakin erat karena kita terbiasa terbuka dengan keluarga sehingga kita bebas mendiskusikan apapun. So there’s nothing wrong with it. Dengan begitu kita akan mengetahui bahwa keluarga merupakan salah satu anugrah terindah yang diberikan dari “Yang di Atas”.

May 29, 2009

Menjalin Persatuan dan Kesatuan

Does anyone still remember this? Honestly I barely remember it. Haha sad isn't it? Tadi kira - kira jam 9 lewat 20 menit, sambil makan malam kreatiflah tangan kiri saya yang menganggur mengambil remote lalu menyalakan TV. Muncullah Channel berlogo 'tidak bergambar hanya huruf' itu dengan program dunia dalam berita. huahahaha natsukashii ne... Setelah dunia dalam berita selesai, acara langsung berganti dengan sinetron impor fenomenal jaman "baheula", Oshin! biar makin G4hul langsung saya update status di fb plus plurk. sebagian besar berkata rindu sama Oshin, lalu ada yang merespon : "TVRI masih ada?" saya pun berkata dengan mantap, "masih".

Dulu tiap jam 7 sama jam 9 teng seluruh pemirsa Indonesia wajib menyaksikan berita dari TVRI, entah yang acaranya lagi layar emas, dangdutan, apalagi yah? haha channel jaman dulu sedikit sih, ga kaya sekarang, bari jeung teu jelas isina. Jadi TVRI pun masih diingat, sewaktu Tengku Malinda membacakan berita malam dan dunia dalam berita, prakiraan cuaca yang tetap dengan lagu yang sama seperti 10 tahun lalu, (sungguh bahagia orang yang bikin tuh lagu, 10 tahun dapet royalti terus).

Sekarang? TVRI terlihat "tidak berdandan". Stasiun TV lain udah jadi swan, TVRI malah jadi ugly duck. Kadang ngeliatnya watir, kasian. Yang diputer acara - acara rerun, ya kayak Oshin tadi. Ada acara baru juga isinya geje, dansa yo dansa lah, apalagi acara "so-called" country melayu yang isinya line dance melulu. Yang ada malah bikin ketawa. Saya mau da jadi creative director TVRI, bikin TVRI jadi bagus dan sejajar dengan stasiun swasta lainnya, atau jadi milyader, trus beli saham TVRI, dibikin bagus dulu, baru dibalikin ke pemerintah. TVRI jangan mau kalah! kalau ada Oshin saya mau nonton lagi, hahahaha.


*oh iya, tadi saya baca artikel ini ping.fm/85AQV , frik abis! buat apa coba??

May 25, 2009

Shortcut

Selamat pagi, semua orang.
Kami akan mengumumkan sekolah ke Internet.
Yang hadir hari dunia dari seruling bidikan yang telah prangko untuk pengembangan Internet. Yang menyebabkan kami ingin berpikir pada saat ini internet.
Untuk pengumuman ini, terdapat dua masalah. Masalahnya adalah "Apa yang ingin Anda lakukan di Internet." Kedua, "Saya mencoba untuk pulang?".

Grafik 1
Grafik ini
Abscissa adalah Internet, atau memiliki garis vertikal mewakili jumlah orang.
Biarkan internet untuk mahasiswa Pajajaran Fakta adalah bahwa dari melihat grafik, dan nomor 40. Kedua obrolan (chat) adalah benar. Nomor tersebut adalah 37. Selanjutnya adalah men-download, dan nomor 30. Bila dibandingkan dengan blog lainnya, seperti nomor dua dan lima. Jadi, jika arbitrasi adalah gearing yang akan berhubungan dengan belanja online ARAWASHIMASU dua orang.

Grafik 2
Grafik ini menunjukkan diklasifikasi di situs.
Abscissa dari situs diklasifikasikan, atau garis vertikal pada proporsi NINZU ARAWASHIMASU.
Ada situs lain yang ada berita dari grafik ini. GIHACHISHIKI, berita, YOBUJUU anak, blog, olahraga, yang lainnya adalah benar. Persentase adalah 34% MOUDE komunikasi. Olahraga adalah 8 persen. Oleh karena itu, kedua kedua sinyal yang dipilih dan sebagian besar adalah berpikir. Jadi, proporsi situs dan informasi adalah 17% kesulitan. Isolator YOBUJUUHA 11%, 10% dari blog. Tujuan dari situs lain dan menilai musik dan situs forum dan 8%.
(translated from japanese with google translate)

I am really not sure shortcut is the greatest way to solve the problem. It'll only make things worse.

Jadi itu adalah tugas kaiwa kelas saya yang coba iseng - iseng diterjemahkan dengan bantuan komputer. Semudah ctrl+c & ctrl+v ke kolom yang kosong, pilih bahasa yang dituju, voila! tapi ya begitulah hasilnya, comel. Jadi, apapun selama itu adalah hasil keringat kita adalah yang terbaik. Bukankah lebih menyenangkan menghasilkan sesuatu yang biasa namun hasil karya sendiri dibandingkan membuat sesuatu yang "wah" dari hasil copy paste? Tapi sesuatu yang wah dari hasil karya sendiri tentu lebih patut diacungi jempol.

May 21, 2009

Guilty Pleasure

Tak apalah, be honest. Mungkin kita sering mengalami hal seperti ini dikarenakan kenaifan kita dalam menanggapi suatu hal, entah itu adalah hal yang formal sampai hal terdangdut sekalipun. tapi yang pasti semua pernah mengalaminya. Ok, my current guilty pleasure is TPI! Hahahaha jadi begini alasannya, Berhubung disini saya tidak berlangganan tv kabel (nonton tv kabel kalo pulang kampung doang) jadi setiap channel (lokal) yang saya saksikan sungguh sungguh sangat seragam. Tottaly tsumannai. Sambil pindah - pindah tibalah sampai channel TPI yang pada saat itu sedang memutar film India, lengkap dengan tarian dan kejar - kejaran di pohon, dan commercial breaknya film India pula (itu si dhoom, perdana tayang di tipi). Saya pun tersihir untuk tidak memindahkan chanel walaupun mengerjakan hal yang lain. Hahaha ga tau kenapa, udah lama mungkin film India menghilang dari peradaban TV nasional. Terdengar konyol memang, tapi daripada nonton sinetron dengan teknik zoom in speed 1/8 (yang diulang - ulang selama 10 tahun ke belakang) untuk memperlihatkan kekagetan sang tokoh utama sewaktu bertemu Leily Sagita karena takut disiksa. Belom reality show sama infotainment yang sok - sok penuh intrik (dan saya pun sok - sok'an ga mau nonton tapi dipantengin, huahahaha ga konsisten!), bikin jenuh, dan dikarenakan homogenitas+plagiarisme-nya saya pun berterima kasih (ga tau sama siapa) karena telah berhasil mengurangi ketergantungan terhadap TV hingga 80% woohoo!

TPI walaupun memegang predikat stasiun TV ter'jombe' seindonesia tetap memegang orisinalitasnya. Disaat stasiun TV lain berlomba - lomba untuk menjadi stasiun paling g4ul dan kekinian TPI tetap mengudara dengan dangdut dan India, 2 hal yang bisa dibilang merakyat di Indonesia. Kesampingkanlah curhat dengan Anjasmara dan sinetron religi yang jadi mistisnya, malam tadi saya pun kembali menikmati guilty pleasure dari TPI, yaitu film legendaris Warkop.

Mana Tahan......

May 9, 2009

Memang


One thing I really like about advertising is that advertising can be the ones that really interact with life itself and connecting to us in an emotional way. Waktu luntang lantung luntang linting saya baca buku - buku import gratis (soalnya plastiknya udah kebuka) di gramedia, lalu ada satu buku tentang advertising dimana covernya sangat menggoda iman untuk dibuka plastiknya, tapi kebayang kan kalo dibuka terus ketahuan pada akhirnya disuruh beli paksa buku yang harganya sama kayak makan di hanamasa 7 kali, mendingan beli yang sebanding dengan cilok 3 porsi (wae lah ada, mangle aja udah hampir sepuluh ribu). Dengan berbekal keingintahuan yang tinggi online lah saya untuk mencoba - coba mencari print ad yang lainnya, ada ribuan macam iklan - iklan ajaib, dan mata saya tidak lepas dari wonderbra print ad. Iklannya amat sangat fresh. Salut lah buat tim kreatifnya.





Apr 27, 2009

Where Were You?

Tadi saya iseng baca note punya Nisa ndut. dari judulnya udah menggelitik jari untuk klik kanan terus open in new tab buat mengulik isinya. Dia berkeluh kesah mengenai keadaan dirinya yang menurut dia datar, sementara teman - temannya sudah a million steps ahead dari dia, dan hal itu membuat dia cukup down karena menganggap dirinya jalan di tempat. Kalau dipikir - pikir saya pun pernah mengeluarkan cuap - cuap uneg - uneg (yang lagi - lagi ditimbun karena lack of vocabulary, hueha) mengenai hal yang kurang lebih sama.

"where have you been?"

kemana aja saya selama ini? apa yang saya lakukan selama ini selalu berawal dan berakhir pada titik yang sama. Setiap hari dilewati dengan hal yang diulang terus menerus. Bangun, kuliah, istirahat pergi makan, kuliah lagi, uha ehe, pulang, kadang maen dulu bentar, sampe rumah, common things @ home, tidur, ulangi baca dari bangun.

Sementara kalau kita membuka profil - profil di situs pertemanan sosial (baca:facebook), dari foto - foto yang saya lihat tadi, mereka semua punya kegiatan yang bisa dibilang membanggakan sekaligus menunjukkan hasil dari niat yang sudah mereka rencanakan dalam jangka waktu tertentu. Sedangkan saya? ya begini begitu deh. haha apeu.

Tapi justru kegemilangan hidup mereka itu adalah bara api saya, atau boleh dibilang itulah cornflakes dengan susu tambah strawberry bagi saya setiap pagi. Mereka semua adalah reminder bagi saya. Mengingatkan setiap saya membuka mata, ada gol yang harus kita raih setiap hari. Hidup adalah tujuan bung.

Rumput tetangga selalu lebih hijau, tetapi sadarkah kita bahwa rumput kita dianggap lebih hijau dari milik tetangga?

Apr 18, 2009

Malam minggu


Heu, terlambat naik Damri, akhirnya nunggu bis yang ke cicaheum di depan jatos.

Ajegile malem minggu tempat ini sungguh G4UL. Muda - mudi dari segala penjuru kosan + original residents semua numplek jadi satu. Dari yang sekedar cuci mata sampai yang niat wakuncar bersama si doi. Dari yang makan sampai yang nonton di bioskop. Angkutan umum pun berlomba - lomba mencari muatan di tengah kepadatan lalu lintas. Dan suasana pun semrawut.


*Power of consumerism






(And I keep thinking where the earth is that bus?)

Apr 3, 2009

Work Hard Play Easy

Hoho ternyata saya absen cukup lama yah, haha gara - gara UTS yang 'tidak seperti' UTS + seminar tinggal menghitung hari tapi belom jadi apa apa gusti....
(Berdoa minta hari rabu depan tanggal 8 libur *komat kamit baca mantra)
hahaha


jadi saya berceloteh iseng...

ada 2 tipe pekerja yang ada di dunia ini :
  1. Orang - orang yang bisa mengatur pekerjaan dari pertama kali diberikan sehingga dapat selesai tepat waktu
  2. Orang - orang yang suka menunda pekerjaan menunggu tekanan deadline agar bekerja dengan maksimal
  3. Orang - orang yang sangat suka menunda pekerjaan sampai hari H lalu mengeluarkan beribu alasan ketika ditanya alasan tidak tuntasnya pekerjaan
  4. Orang - orang yang punya niat tinggi untuk mengerjakan pekerjaan tersebut tetapi selalu tergoda untuk melakukan hal lain sehingga niat utamanya terlupakan
  5. Orang - orang yang melakukan segala cara agar semua pekerjaan yang dikerjakan selalu terlihat WAW mejik
  6. Orang - aring shampoo... perasaan tadinya cuman mau nulis 2

Saya berada di nomer 2.

Terkadang bekerja di bawah deadline memiliki sensasi tersendiri. Terjerat target si pekerjaan yang harus tuntas pada suatu waktu tertentu. Belum interupsi dari dunia luar mulai dari hal terkecil (niatnya sambil ngemil tapi malah makan main course lengkap sambil nonton TV) sampai godaan iman terbesar (niatnya tidurtidur ayam nyadar2 udah pagi) yang kerap menghantui. hal yang bisa dibilang menyenangkan ketika bekerja dalam deadline adalah biasanya ide - ide segar dan pemikiran menarik keluar saat kita berada di bawah tekanan. Entahlah, mungkin saya manusia yang suka tantangan, atau manusia super malas, haha. Tetapi walaupun bekerja dengan waktu yang bisa dibilang sungguh manuver bajaj (baca:menyerempet waktu) pekerjaan tetap harus dikerjakan secara maksimal. Work Hard Play Easy. Usaha maksimal membuat hasil yang menyenangkan. Usaha setengah - setengah membuat hasil tambal sulam tengok kiri kanan cari jawaban (teringat UTS, hahahaha).

Kalian tipe nomor berapa?