Aug 3, 2012
Cafe Au Lait
Nov 6, 2011
Untamed Youth
Kalian mungkin bosan karena saya selalu membahas tentang penjelajahan makna hidup serta jati diri sebenarnya. Ya, harap maklum, saya kan masih muda *Dilempar bakiak*. Saya masih berada dalam kisaran usia kepala 2 awal, masih dalam masa-masa meraba *Astaga bahasa apa iniiiii*. Selain itu, topik ini seperti tidak ada habisnya untuk dibahas. Mungkin karena kadar kedewasaan yang diterima setiap orang berbeda. Mungkin.
Ketika kita masih berlabel 'ABG' (Anak Baru Meleteg), kita pasti disibukkan dengan yang namanya aktualisasi diri. Kita mencoba untuk dapat masuk dalam segala situasi kehidupan yang ditawarkan kepada kita, yang kita anggap sungguh 'berharga'. Sebuah tujuan yang dapat menuntun kita ke puncak bukit atau jurang terdalam, tergantung pilihan kita tentunya. Selain itu, dominasi ego yang tinggi, melahirkan sebuah keputusan-keputusan instan yang terkadang baru kita sadari konsekuensinya setelah terjadi, atau bahkan tidak terpikir sama sekali.
Daann, tamu yang ditunggu pun tiba. Beberapa orang menyebutnya turning point. Perubahan pola pikir, perubahan tentang apa yang menjadi tujuan hidup kita di kemudian hari. Perlahan kabut mengenai masa depan mulai menipis, dan mata kita mulai mencoba melihat apa yang akan kita tuju. Tapi itu semua tidak terjadi secara bersamaan. Ada yang kabutnya sudah menipis di awal pagi, ada yang kabutnya masih tebal walau sudah melewati 3 malam. Kalau bisa dibilang saya mungkin termasuk orang yang masih melihat kabut tebal tersebut. Ya, kabut itu sempat menipis, tapi entah mengapa kok mendadak tebal lagi. Sepertinya karena hujan lebat.
Turning point sebenarnya bisa terjadi beberapa kali. That what makes us for what we are now, tingkat kedahsyatannya pun berbeda. Saya pernah dicurhati orang-orang yang bisa dibilang sedang mengalami 'lowest mental state', keadaan dimana isi kepala dan batin mengalami perang hebat, dan saya mencoba memberi saran terbaik yang saya punya, yang mungkin bisa menenangkan perasaan si pencurah hati. Tapi ya itu masih sebatas permukaan, karena saya belum benar-benar mengalaminya.
You don't know what its feel until it got it right through you.
Saya dapat 'arisan', dan saya benar-benar tidak siap.
Yang terjadi kemudian bisa ditebak, semudah menebak dimana hantu dalam film horor akan muncul. Saya runtuh perlahan. Saya tidak menyangka akan mendapat beberapa "pertemuan" yang mengubah hidup saya, (mungkin) selamanya.
Turning point is such a big deal. A big, huge, enormous one. Mengapa? Karena turning point merupakan satu hal yang mengubah kita inci demi inci, secara keseluruhan, pelan tapi pasti. Satu hal yang harus diperhatikan, kita harus benar-benar siap dalam menghadapinya, karena turning point selalu berhubungan erat dengan pertemuan, konflik, perpisahan, dan kehilangan. Quotes milik Joker pun kehilangan maknanya, because there's definitely no fun in it. Tergantung pilihan kita untuk memperlihatkan secara terang-terangan, atau menyimpannya sendiri di hati. Well, Eyes can't lie. Orang-orang sekitar yang terbiasa melihat kita berada di sisi kanan jalur bebas hambatan pasti cepat atau lambat akan menyadari kita sedang menepi ke bahu jalan, mengalami kempes ban, oli bocor, aki rusak, busi terbakar.
I have to be honest, I was messed. Ini bisa dibilang kali pertama dalam hidup saya. The very first turning point, ever. Mungkin karena saya merasa sudah mendapat turning point sebelumnya, yang sekarang bisa saya bilang sungguh 'cetek' kalau diingat lagi dan dibandingkan dengan sekarang. I really have no idea how to cope with this thing and how it would affect me so much in my entire life.
Akhirnya saya menjadi pencurhat. Mulai dari curhat ke 'Atas' lalu curhat kiri kanan. some says:
and the other says:
I think that was it. Maybe I should give it another shoot. Another escapism will do I guess. A great one.
Apr 13, 2011
Curhat?
Jul 27, 2010
Space

May 13, 2010
2.22 AM
Personally i'm not the kind of person who can say something easily(orang - orang blabbermouth, bersyukurlah kalian!). I mean, you are what you said. Everything that spills out from your mouth could affect so much to others with millions interpretation. So I can say that (sometimes) i'm aware with all words that come out from my mouth of course. Sometimes I just afraid if things I said are just not really like what I said. Write it down probably one of the safe way to express what matters.
okay enough for uha ehe.
on a lighter note:
UWOOOWWW OH MY GOD I'M FREAKING EXCITED FOR TOMORROW!
Yes it is, i'm going to Japan. i'm just say it right here, not anywhere else. Wish me a safe flight, see you at metropolis
*waving*
So, my next post gotta be:
Apr 26, 2010
Big Love
Feb 28, 2010
Twist
Saya suka nonton film Home Alone. ga peduli berapa kali diputar di stasiun tv setiap natal, atau kapanpun, saya pasti menyempatkan diri untuk melihat 2 maling kelas teri yang dipecundangi oleh bocah umur 8 tahun. Pikiran saya pada saat itu seperti “waw, oke sekali mereka bisa seperti itu.” Macauley Culkin at that time is like a fuckyeah a role model. Anak - anak mengidolakan karena merasa dekat dengan dia, memberi gambaran bling bling bahwa hidup ini menyenangkan untuk dijalani, bahkan ketika menghadapi hal – hal buruk seperti dikejar 2 maling bodoh karena dianggap menghancurkan rencana mereka menggasak seisi toko mainan. bahasa kasarnya ngayal babu. Orang dewasa menggilai wajah imut plus pipi yang bisa dicubit terus menerus tanpa jadi kempes (sebenarnya ini khusus kebiasaan ibu - ibu). Begitupun cerita – cerita superhero. Di waktu bermain pukul 3-6 sore anak - anak (baca: saya dan teman – teman di komplek) berebut menjadi jagoan. Ada yang rela menjadi Kimberla karena sudah ada temannya yang “booking” nama asli ranger pink. Bambu bekas bangunan adalah pedang pusaka. Yoko, bibi Lung, dan siluman ular putih juga tidak luput dari permainan bocah – bocah pada saat itu. (I wonder if there’s a kid who want to be a villain or Superhero’s opponent as their “Hero”)
The thing is………… It's just a movie. Senyata apapun cerita yang diangkat tetap saja ada balutan fiksi di dalamnya. Itu kan dramatisasi kejadian saja. Sebuah kisah yang mungkin pada dasarnya nyata, namun dipoles sedemikian rupa dengan tujuan membentuk anggapan orang – orang yang menontonnya agar sesuai dengan si pembuat film inginkan, dan penonton inginkan. Namanya juga bocah, apa yang diliat itulah pernyataan untuk mereka. Tokoh baik selalu menang, tokoh jahat menghujat dengan mata melotot. Tidak ada yang suka sad ending. Mungkin orang – orang sudah melihat terlalu banyak sad ending di sekitar mereka. Merasa terlalu naif untuk melihat seuatu yang sesuai 100% dengan kejadian sesungguhnya. Such a Bollywood ending I guess.
Umur mulai beranjak ke usia belasan, yang saya ketahui juga semakin bertambah. Thanks to motion pictures, karena membuat saya tidak terjebak dengan stereotype cerita ala keluarga Punjabi.
Saya jadi tahu bayi bukan dibawa burung bangau dan dikirim lewat cerobong asap

Ada keluarga yang dari kulitnya terlihat indah, kuat, dan bahagia bisa saja justru bobrok tergerogoti dari dalam

Di dunia ini memang ada orang yang benar – benar tidak memiliki belas kasihan

Di Sekolah, apapun bisa terjadi

Tidak semua anak – anak memiliki nasib baik

Godaan ada dimana – mana

Tidak hanya plus-minus, plus-plus minus-minus juga ada di dunia ini

Feb 27, 2010
Who The Hell Is Alexander McQueen??
Saya : Siapa sih?
Orang : Alexander McQueen Taf
Saya : Ohhh... emang dia ngapain?
Orang : Itu loh, perancang dari Inggris, desainer baju
Saya : Ohhh (lagi)
Perancang busana ternyata. Selama ini yang saya tau cuma sekedar LV Cipinang sama Gucci antik, karena semua orang (Indonesia yang kelebihan deposito) nampaknya rela gantung diri demi 2 merk itu (di mol terkemuka ibukota pun tokonya ada di deket pintu masuk dan segede gambreng), oh iya Hermes juga (terima kasih kepada Manohara dan Ibu Daisy Fajarina). I don't mind it actually, tapi sambil iseng googling kesana sini (baca: liatin postingan orang lain yang heboh sama dia). Sampai di Tumblr pun foto - foto tentang dia bertaburan, dan yang paling banyak terlihat adalah ini :







Jan 31, 2010
Nov 28, 2009
Gramophone: so back in 2005
Enough is Enough
Update blog lagi dong!

Jul 17, 2009
Sometimes Life Isn't Easy
ngomong - ngomong bisik kuda, saya mau ngucapin selamat buat teman saya yang besok (lumayan banyak) diwisuda. Hoho terbawa euforia calon wisudawan, penasaran juga abis wisuda katanya bakal ada arak-arakan ke fakultas, trus diceburin apa gimana gitu, lupa. Ahh, what a life. Rasanya baru hari - hari kemaren masih jalan - jalan bareng, nangkring di bar, merayakan ulang tahun, and tomorrow's gonna be different. Saya masih tetep jadi mahasiswa, berkutat dengan SP, mengejar dosen minta bimbingan, lalu yang abis wisuda udah pada naik kelas, naik kelas hidup. They made it through a next phase of their life. Iya sih nanti juga saya lulus diwisuda. Tapi jadi kepikiran, after I made it just like them, what would I do next? Jujur saya masih bingung. Beberapa waktu lalu saya masih banyak ngehayal, abis lulus terus diwisuda, trus bekerja dengan berbagai benefit yang didapat. Cuman wew, we're entering real world. Am I capable enough? saya mungkin berpikir seperti ini karena ada beberapa gol yang belum dicapai. Judulnya mah belom siap lah. Tapi harusnya waktu bukan penghalang. Kapanpun kalau mau gol - gol itu pasti bisa tercapai. Semangat!!! Nampaknya bucket list saya bakal bertambah nanti, hehehehe.
Do you have your own bucket list?
ngomong - ngomong Indonesia menang loh lawan MU
Menang WO. Huahahahaha
Jun 7, 2009
Keluarga Cemara
May 29, 2009
Menjalin Persatuan dan Kesatuan
Does anyone still remember this? Honestly I barely remember it. Haha sad isn't it? Tadi kira - kira jam 9 lewat 20 menit, sambil makan malam kreatiflah tangan kiri saya yang menganggur mengambil remote lalu menyalakan TV. Muncullah Channel berlogo 'tidak bergambar hanya huruf' itu dengan program dunia dalam berita. huahahaha natsukashii ne... Setelah dunia dalam berita selesai, acara langsung berganti dengan sinetron impor fenomenal jaman "baheula", Oshin! biar makin G4hul langsung saya update status di fb plus plurk. sebagian besar berkata rindu sama Oshin, lalu ada yang merespon : "TVRI masih ada?" saya pun berkata dengan mantap, "masih".Dulu tiap jam 7 sama jam 9 teng seluruh pemirsa Indonesia wajib menyaksikan berita dari TVRI, entah yang acaranya lagi layar emas, dangdutan, apalagi yah? haha channel jaman dulu sedikit sih, ga kaya sekarang, bari jeung teu jelas isina. Jadi TVRI pun masih diingat, sewaktu Tengku Malinda membacakan berita malam dan dunia dalam berita, prakiraan cuaca yang tetap dengan lagu yang sama seperti 10 tahun lalu, (sungguh bahagia orang yang bikin tuh lagu, 10 tahun dapet royalti terus).
Sekarang? TVRI terlihat "tidak berdandan". Stasiun TV lain udah jadi swan, TVRI malah jadi ugly duck. Kadang ngeliatnya watir, kasian. Yang diputer acara - acara rerun, ya kayak Oshin tadi. Ada acara baru juga isinya geje, dansa yo dansa lah, apalagi acara "so-called" country melayu yang isinya line dance melulu. Yang ada malah bikin ketawa. Saya mau da jadi creative director TVRI, bikin TVRI jadi bagus dan sejajar dengan stasiun swasta lainnya, atau jadi milyader, trus beli saham TVRI, dibikin bagus dulu, baru dibalikin ke pemerintah. TVRI jangan mau kalah! kalau ada Oshin saya mau nonton lagi, hahahaha.
*oh iya, tadi saya baca artikel ini ping.fm/85AQV , frik abis! buat apa coba??
May 25, 2009
Shortcut
Selamat pagi, semua orang.(translated from japanese with google translate)
Kami akan mengumumkan sekolah ke Internet.
Yang hadir hari dunia dari seruling bidikan yang telah prangko untuk pengembangan Internet. Yang menyebabkan kami ingin berpikir pada saat ini internet.
Untuk pengumuman ini, terdapat dua masalah. Masalahnya adalah "Apa yang ingin Anda lakukan di Internet." Kedua, "Saya mencoba untuk pulang?".
Grafik 1
Grafik ini
Abscissa adalah Internet, atau memiliki garis vertikal mewakili jumlah orang.
Biarkan internet untuk mahasiswa Pajajaran Fakta adalah bahwa dari melihat grafik, dan nomor 40. Kedua obrolan (chat) adalah benar. Nomor tersebut adalah 37. Selanjutnya adalah men-download, dan nomor 30. Bila dibandingkan dengan blog lainnya, seperti nomor dua dan lima. Jadi, jika arbitrasi adalah gearing yang akan berhubungan dengan belanja online ARAWASHIMASU dua orang.
Grafik 2
Grafik ini menunjukkan diklasifikasi di situs.
Abscissa dari situs diklasifikasikan, atau garis vertikal pada proporsi NINZU ARAWASHIMASU.
Ada situs lain yang ada berita dari grafik ini. GIHACHISHIKI, berita, YOBUJUU anak, blog, olahraga, yang lainnya adalah benar. Persentase adalah 34% MOUDE komunikasi. Olahraga adalah 8 persen. Oleh karena itu, kedua kedua sinyal yang dipilih dan sebagian besar adalah berpikir. Jadi, proporsi situs dan informasi adalah 17% kesulitan. Isolator YOBUJUUHA 11%, 10% dari blog. Tujuan dari situs lain dan menilai musik dan situs forum dan 8%.
I am really not sure shortcut is the greatest way to solve the problem. It'll only make things worse.
Jadi itu adalah tugas kaiwa kelas saya yang coba iseng - iseng diterjemahkan dengan bantuan komputer. Semudah ctrl+c & ctrl+v ke kolom yang kosong, pilih bahasa yang dituju, voila! tapi ya begitulah hasilnya, comel. Jadi, apapun selama itu adalah hasil keringat kita adalah yang terbaik. Bukankah lebih menyenangkan menghasilkan sesuatu yang biasa namun hasil karya sendiri dibandingkan membuat sesuatu yang "wah" dari hasil copy paste? Tapi sesuatu yang wah dari hasil karya sendiri tentu lebih patut diacungi jempol.
May 21, 2009
Guilty Pleasure
TPI walaupun memegang predikat stasiun TV ter'jombe' seindonesia tetap memegang orisinalitasnya. Disaat stasiun TV lain berlomba - lomba untuk menjadi stasiun paling g4ul dan kekinian TPI tetap mengudara dengan dangdut dan India, 2 hal yang bisa dibilang merakyat di Indonesia. Kesampingkanlah curhat dengan Anjasmara dan sinetron religi yang jadi mistisnya, malam tadi saya pun kembali menikmati guilty pleasure dari TPI, yaitu film legendaris Warkop.
Mana Tahan......
May 9, 2009
Memang




Apr 27, 2009
Where Were You?
"where have you been?"
kemana aja saya selama ini? apa yang saya lakukan selama ini selalu berawal dan berakhir pada titik yang sama. Setiap hari dilewati dengan hal yang diulang terus menerus. Bangun, kuliah, istirahat pergi makan, kuliah lagi, uha ehe, pulang, kadang maen dulu bentar, sampe rumah, common things @ home, tidur, ulangi baca dari bangun.
Sementara kalau kita membuka profil - profil di situs pertemanan sosial (baca:facebook), dari foto - foto yang saya lihat tadi, mereka semua punya kegiatan yang bisa dibilang membanggakan sekaligus menunjukkan hasil dari niat yang sudah mereka rencanakan dalam jangka waktu tertentu. Sedangkan saya? ya begini begitu deh. haha apeu.
Tapi justru kegemilangan hidup mereka itu adalah bara api saya, atau boleh dibilang itulah cornflakes dengan susu tambah strawberry bagi saya setiap pagi. Mereka semua adalah reminder bagi saya. Mengingatkan setiap saya membuka mata, ada gol yang harus kita raih setiap hari. Hidup adalah tujuan bung.
Rumput tetangga selalu lebih hijau, tetapi sadarkah kita bahwa rumput kita dianggap lebih hijau dari milik tetangga?
Apr 18, 2009
Malam minggu

Heu, terlambat naik Damri, akhirnya nunggu bis yang ke cicaheum di depan jatos.
Ajegile malem minggu tempat ini sungguh G4UL. Muda - mudi dari segala penjuru kosan + original residents semua numplek jadi satu. Dari yang sekedar cuci mata sampai yang niat wakuncar bersama si doi. Dari yang makan sampai yang nonton di bioskop. Angkutan umum pun berlomba - lomba mencari muatan di tengah kepadatan lalu lintas. Dan suasana pun semrawut.
*Power of consumerism
(And I keep thinking where the earth is that bus?)
Apr 3, 2009
Work Hard Play Easy
(Berdoa minta hari rabu depan tanggal 8 libur *komat kamit baca mantra)
hahaha
jadi saya berceloteh iseng...
ada 2 tipe pekerja yang ada di dunia ini :
- Orang - orang yang bisa mengatur pekerjaan dari pertama kali diberikan sehingga dapat selesai tepat waktu
- Orang - orang yang suka menunda pekerjaan menunggu tekanan deadline agar bekerja dengan maksimal
- Orang - orang yang sangat suka menunda pekerjaan sampai hari H lalu mengeluarkan beribu alasan ketika ditanya alasan tidak tuntasnya pekerjaan
- Orang - orang yang punya niat tinggi untuk mengerjakan pekerjaan tersebut tetapi selalu tergoda untuk melakukan hal lain sehingga niat utamanya terlupakan
- Orang - orang yang melakukan segala cara agar semua pekerjaan yang dikerjakan selalu terlihat WAW mejik
- Orang - aring shampoo... perasaan tadinya cuman mau nulis 2
Saya berada di nomer 2.
Terkadang bekerja di bawah deadline memiliki sensasi tersendiri. Terjerat target si pekerjaan yang harus tuntas pada suatu waktu tertentu. Belum interupsi dari dunia luar mulai dari hal terkecil (niatnya sambil ngemil tapi malah makan main course lengkap sambil nonton TV) sampai godaan iman terbesar (niatnya tidurtidur ayam nyadar2 udah pagi) yang kerap menghantui. hal yang bisa dibilang menyenangkan ketika bekerja dalam deadline adalah biasanya ide - ide segar dan pemikiran menarik keluar saat kita berada di bawah tekanan. Entahlah, mungkin saya manusia yang suka tantangan, atau manusia super malas, haha. Tetapi walaupun bekerja dengan waktu yang bisa dibilang sungguh manuver bajaj (baca:menyerempet waktu) pekerjaan tetap harus dikerjakan secara maksimal. Work Hard Play Easy. Usaha maksimal membuat hasil yang menyenangkan. Usaha setengah - setengah membuat hasil tambal sulam tengok kiri kanan cari jawaban (teringat UTS, hahahaha).
Kalian tipe nomor berapa?








